Cara Budidaya Wortel di Dataran Rendah

Wortel merupakan sayuran yang kaya akan vitamin A. Sayur yang satu ini memiliki kandungan betacaroten sehingga warna sayur ini adalah oranye. Pembudayaam wortel memang harus memperhatikan daerah untuk menanamnya.

Daerah yang cocoo untuk menanam wortel biasanya berada di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini bisa tumbuh subur di daerah dengan udara sejuk. Namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa ditanam di daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, meski hasil panennya tidak akan semaksimal seperti pembudidayaan di dataran tinggi.

Jika di dataran tinggi, sayur mayur seperti wortel dan kawan-kawannya tumbuh subur sebab kondisi geogafis yang mendukung. Wortel bisa berkembang dengan baik jika ditanam di tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara/humus. Selain itu Ph tanah yang baik untuk budidaya wortel berkisar antara 5,5-6,5 pH. Lalu bagaimanakah cara budidaya wortel di dataran rendah?

  1. Memilih Bibit Wortel yang Berkualitas

Salah satu faktor penting dalam budidaya wortel ialah pemilihan bibit yang baik. Kualitas benih yang ditanam akan sangat berpengaruh terhadap kualitas wortel yang dihasilkan. Bibit yang ditanam selain memiliki kualitas yang baik juga harus kuat terhadap serangan hama dan penyakit.

  1. Lahan Tanam Tanaman Wortel

Lahan yang akan ditanami wortel haruslah digemburkan terlebih dahulu. Anda bisa menggemburkannya dengan cara dibajak atau dicangkul. Kedalaman tanah sekitar 40 cm. Kedalaman tanah ini cukup penting, karena wortel merupakan tanaman umbi yang tumbuhnya ke dalam tanah.

Bila kondisi tanah gembur, maka akan memberikan banyak ruang untuk bisa tumbuh dengan sempurna. Jangan sampai lahan tanam dalam keadaan keras, karena struktur tanah yang keras akan menghambat pertumbuhan umbi wortel. Sehingga hasilnya akan jelek.

  1. Menanam Benih Wortel

Apabila lahan telah siap, selanjutnya anda mulailah menanam benih wortel, cara hampir mirip dengan artikel berikut: cara menanam tomat dalam polybag. Budidaya wortel merupakan jenis budidaya yang dilakukan secara langsung tanpa tahap penyemaian. Benih wortel berupa biji berukuran kecil yang cenderung menempel satu sama lain.

Biji wortel memiliki serabut dipermukaannya, maka dari itu sebelum ditanam sebaiknya anda menggosok-gosok terlebih dahulu dengan tangan agar benih tidak saling menempel.

  1. Hama dan Penyakit Tanaman Wortel

Ulat tanah dan kutu daun adalah jenis hama yang sering dijumpai dalam budidaya tanaman wortel. Cara mengatasi hama ulat yaitu dengan mencari sarangnya kemudian diambil dan dimusnahkan secara manual. Untuk pencegahan hama ini, anda bisa lakukan pembersihan lahan tanah dan secara teratur membersihkan gulma di sekitar tanaman wortel.

Selain itu, hama kutu daun biasanya menyerang pucuk daun dan menyerap cairannya, akibatnya daun menjadi rusak dan berwarna kuning. Untuk menghentikan serangan hama kutu, hal yang harus dilakukan adalah dengan menyemprotnya dengan insektisida.

Sedangkan bintil akar dan bercak daun adalah pebyakit yang menyerang tanaman wortel. Bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cercospora. Kedua jenis penyakit inilah yang sering menyerang tanaman wortel. Penyakit ini menyebabkan daun menua dan muncul bercak coklat dan dan kehitaman di pinggir daun.

Penyakit ini bisa dicegah bila bibit yang ditanam memiliki kualitas yang baik. Selain itu, kebersihan lahan tanam juga dapat mengurangi serangan penyakit tersebut. Penyakit bintil akar disebabkan oleh nematoda. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini yaitu adanya bentuk ubi yang benjol-benjol tidak karuan.

Untuk mengurangi dampak dari penyakit ini, anda bisa melakukan penyemprotan cairan kimia khusus. Selain itu rotasi dengan tanaman lain pada lahan tanam dapat pula menggurangi resiko terkangkitnya penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *