Isu Penting Dunia Agribisnis Thailand

Thailand adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang terkenal dengan lambang gajah dan negara ini berbatasan dengan negara Laos. Kata “Thai” diartikan menjadi bangsa, raja atau agama, namun ada pula yang beranggapan bahwa kata Thai bermakna kebebasan. Negara Thailand menganut sistem negara atau pemerintahan yaitu monarki konstitusional dengan raja dan perdana menteri.

Negara dengan mata uang Baht ini memiliki kode telepon yaitu +66 dan menganut sistem kemudi atau lajur kemudi sebelah kiri. Kota besar yang menjadi pusat ekonomi di negara ini yaitu Kota Bangkok yang diikuti dengan Kota Nakhon Ratchasima. Keunikan yang dimiliki negara Thailand salah satunya yaitu seni bela diri Muay Thai yang sedang naik daun di Indonesia.

Muay Thai seni bela diri lokal Thailand yang telah berubah menjadi olahraga nasional karena olahraga ini populer sejak tahun 1990-an. Olahraga ini giat dilakukan oleh para selebriti tanah ini karena dianggap ampuh untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Negara Thailand memiliki status yang sama dengan Indonesia yaitu negara berkembang, namun ada beberapa perbedaan di dalamnya.

Indonesia yang dulu dikenal sebagai negara swasembada beras kini justru berbalik menjadi negara yang mengimpor beras dan produk pertanian lainnya. Perbedaan yang mencolok antara Thailand dan Indonesia pada masa sekarang ini karena Thailand adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar dunia.

Tiga isu agribisnis Thailand ialah sebagai berikut:

  1. Ekspor padi terbesar di dunia dan pengekspor babycorn kedua di dunia

Tak banyak diketahui bahwa Thailand adalah negara yang kini menjadi pengekspor padi yang paling besar di dunia. Thailand sempat ingin membuat kerja sama dengan organisasi dunia semacam OPEC untuk membentuk negara-negara pengekspor padi. Namun, Thailand tidak merealisasikan hal ingin karena dirasa akan memengaruhi nilai ekspor yang sudah baik saat ini.

  1. Penataan wilayah pertanian

Thailand kini gencar melakukan penataan wilayah khusus daerah pertanian yang dimaksudkan untuk mengembangkan agribisnis dengan pusat wilayah. Tak hanya itu saja, hal ini juga untuk mengefektifkan biaya produksi dan biaya distribusi yang diperlukan dalam setiap transaksinya. Di pusat wilayah ini juga dikhususkan untuk aktivitas penelitian yang berkaitan dengan produk tani.

Thailand yang dikenal sebagai produsen padi kini telah merambah ke produk lainnya seperti karet dan kelapa sawit. Namun, mereka tak ingin kehilangan predikat produsen padi sehingga mereka tak pernah mengubah lahan sawah atau padi menjadi lahan lain. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas padi yang dihasilkan dan tak ingin mengambil resiko yang tinggi.

  1. Kompetisi padi dan kelapa sawit serta karet

Thailand sadar bahwa pada sekarang ini bukan hanya harga padi saja yang melonjak, namun juga harga karet dan kelapa sawit. Bahkan, mereka tahu bahwa harga produk pertanian seperti ubi pun mahal karena dapat dimanfaatkan menjadi biofuel. Maka dari itu keinginan Thaiuntuk memproduksi ubi, karet dan kelapa sawit cukup tinggi tanpa mengganggu penanaman padi.

Pada kenyataannya tak hanya tiga isu saja, Thailand juga nyatanya menjadi negara yang paling serius dalam pengolahan sayur dan buah-buahan. Aneka buah seperti buah durian hasil produksi Thailand mudah ditemukan di berbagai negara Asia bahkan negara maju Jepang sekali pun. Buah dan sayur hasil produksi negara Thailand dinilai selalu segar dan memiliki kualitas yang unggul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *